Selasa, 24 Februari 2015

jembatan tumbang nusa

Sabtu, 17 November 2012

Jembatan Tumbang Nusa, Aset Berharga

Kalimantan tengah dengan ibu kota Palangka Raya memiliki jembatan layang (Pile slab) yang terletak di jalan trans kalimantan KM 45. Bahkan jembatan layang ini merupakan jembatan layang terpanjang di Indonesia. Jembatan layang yang memiliki panjang 7,1 km ini, terletak diatas rawa di desa Tumbang nusa, kabupaten Pulang pisau, Kalimantan tengah. Jembatan layang ini merupan jembatan penghubung antar Provinsi Kalimantan tengah (Palangka Raya) dan Provinsi Kalimatan selatan (Banjarmasin).

Penduduk sekitar akrab menyebut jembatan layang ini dengan jembatan Tumbang nusa. Karena letak keberadaan bangunan tersebut berada di wilayah desa Tumbang Nusa kecamatan Jabiren Raya.

Pembangunan jembatan layang sendiri dimulai sejak tahun 2000 hingga selesai masa pengerjaannya sendiri pada tanggal 14 Juni 2006. Jembatan ini juga diresmikan oleh presiden RI keenam Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir Agustus 2006 lalu.

Awalnya sebelum pembuatan jembatan layang, hanya ada jalur jalan aspal yang sedikit lebih tinggi dari sisi  kanan kiri jalan yang merupakan rawa dibagian sungai Kahayan, sungai Sabangau dan sungai Kapuas. Bila terjadi musim penghujan jalur jalan ini akan tergenang hingga tak nampak lagi badan jalan yang akan dilalui para pengguna jalur Trans kalimantan ini.Dengan adanya luapan air dari tiga sungai tersebut, tingginya air bisa mencapai 1-1,5 meter bahkan lebih, dengan lamanya waktu genangan 15-30 hari kedepan. Frekuensi banjir bisa mencapai 3-4 kali dalam rentan waktu setahun. Bangunannya sendiri menggunakan tiang pancang yang mencapai tanah keras. Untuk biaya tak usah ditanya main milliaran rupiah.
Dengan adanya Jembatan layang ini banyak sekali manfaatnya bagi para pelintas jalan trans-
Kalimantan yang hilir mudik. Saat banjir merendam daerah ini para pengguan jalan seperti sepeda motor, mobil diangkut dengan kapal feri (kapal penyeberangan). Kapal feri dibuat oleh masyarakat sekitar untuk menarik rupiah terhadap si pengguna jalur ini. Dengan tarif yang lumayan memberatkan, tapi mau tidak mau harus mau agar bisa sampai ke tempat yang di tuju dengan tidak memakan waktu lama dan resiko tinggi dalam perjalanan.

Rawa ini juga sering digunakan para pemancing, pemburu ikan meraih tangkapannya. Ikan-ikan di daerah rawa ini merupakan hasil dari luapan sungai saat terjadi kenaikan debit air. Hingga membawa ikan-ikan sampai pada daerah rawa Tumbang nusa.
Keadaan jembatan Tumbang nusa cukup memprihatinkan perlu perhatian serius dari pemerintah daerah dan warga yang melintas dijalur ini. Seperti banyak botol, plastik minuman berserakan di pinggiran jalan jembatan yang dibuang secara sporadis dan semabarangan. Coret-coretan tangan nakal tidak bertanggung jawab di sisi jembatan layang. Hingga tidak begitu enak dipandang mata. Rumput liar yang sudah mulai jadi  "penghuni" tetap di sela bangunan jembatan. Kondisi penerangan lampu jalan saat melintas di malam hari perlu diperhatikan. Pasir yang mulai "menetap" di pinggiran jalan yang bisa saja menghambat laju kendaraan hingga menyebabkan kecelakaan. Serta tidak adanya rambu-rambu jalan pada jalur jembatan layang.
Harus ada peringatan kepada pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati dan tidak membuang sampah ataupun merusak apa yang sudah terlihat baik pada tempat yang semestinya. Karena berhitung dari biaya pembangunan jembatan sendiri serta manfaatnya sungguh luar biasa. Bersumber dari dana APBN dan APBD yang berarti uang kita pun ada didalam pembangunan jembatan tersebut hingga sampai berdiri tegak.

Kedepannya pembangunan jembatan layang ini akan ditambah sepanjang tiga kilometer hingga dengan jumlah panjang 10,1 kilometer. Proses pengerjaanya sedang berlangsung giat dan direncanakan rampung lebih awal, di tahun 2013. Semoga saja tercapai.
SUMBER : http://yudiangoyvolume2.blogspot.com/2012/11/jembatan-tumbang-nusa-perlu-perhatian.html

Tidak ada komentar: