Rabu, 18 Maret 2015

jembatan gantung sanggau

JEMBATAN GANTUNG 

 sumber : http://sanggau.gensapa.com/2012/12/jembatan-gantung.html

JEMBATAN GANTUNG - Salah satu jembatan tertua di kota Sanggau yang menyambungkan jalan Kota dan jalan Propinsi menyebrangi sungai sekayam, belum diketahui secara pasti berapa umur Jembatan ini, namun jembatan ini telah berdiri saat penjajahan Belanda, Jembatan ini merupakan salah satu peninggalan penjajah koloni Belanda yang mereka tinggalkan saat mereka kalah dalam peperangan dengan Jepang.
Letak Jembatan ini berada di dalam kota Sanggau, tepatnya di daerah Kantu hingga menyebrangi sungai sekayam di daerah Tanjung Sekayam. Bagi anda yang mengunjungi Sanggau, Anda dapat menjumpai jembatan ini, dan tidak sedikit juga orang yang menjadikan jembatan ini Objek Fotografi.

Sanggau, kota sanggau, sanggau kalimantan barat, sanggau Kapuas, sanggau ledo, peta sanggau, peta kabupaten sanggau, polres sanggau, hotel di sanggau, bkd sanggau, www.sanggau.go.id , kerusuhan sanggau ledo, sejarah sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan di sanggau, sejarah kerajaan sanggau Kalimantan barat, sejarah kerajaan sanggau Pontianak Kalimantan barat, objek wisata Kalimantan, daerah tujuan wisata di Indonesia, daftar tempat wisata, lokasi pariwisata, wisata di Kalimantan, tempat wisata Kalimantan, objek wisata di Kalimantan, tempat berlibur, pariwisata alam, tempat wisata air, tempat wisata alam, tempat-tempat wisata, tempat wisata di Kalimantan, tempat liburan, objek pariwisata, wisata Kalimantan, sanggau kalbar.
Sanggau, kota sanggau, sanggau kalimantan barat, sanggau Kapuas, sanggau ledo, peta sanggau, peta kabupaten sanggau, polres sanggau, hotel di sanggau, bkd sanggau, www.sanggau.go.id , kerusuhan sanggau ledo, sejarah sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan di sanggau, sejarah kerajaan sanggau Kalimantan barat, sejarah kerajaan sanggau Pontianak Kalimantan barat, objek wisata Kalimantan, daerah tujuan wisata di Indonesia, daftar tempat wisata, lokasi pariwisata, wisata di Kalimantan, tempat wisata Kalimantan, objek wisata di Kalimantan, tempat berlibur, pariwisata alam, tempat wisata air, tempat wisata alam, tempat-tempat wisata, tempat wisata di Kalimantan, tempat liburan, objek pariwisata, wisata Kalimantan, sanggau kalbar.
Sanggau, kota sanggau, sanggau kalimantan barat, sanggau Kapuas, sanggau ledo, peta sanggau, peta kabupaten sanggau, polres sanggau, hotel di sanggau, bkd sanggau, www.sanggau.go.id , kerusuhan sanggau ledo, sejarah sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan di sanggau, sejarah kerajaan sanggau Kalimantan barat, sejarah kerajaan sanggau Pontianak Kalimantan barat, objek wisata Kalimantan, daerah tujuan wisata di Indonesia, daftar tempat wisata, lokasi pariwisata, wisata di Kalimantan, tempat wisata Kalimantan, objek wisata di Kalimantan, tempat berlibur, pariwisata alam, tempat wisata air, tempat wisata alam, tempat-tempat wisata, tempat wisata di Kalimantan, tempat liburan, objek pariwisata, wisata Kalimantan, sanggau kalbar.

Selasa, 24 Februari 2015

jembatan gantung hutan sangkima

Jembatan Gantung Hutan Sangkima ,Taman Nasional Kutai, Bontang, Kaltim


Jembatan Gantung Hutan Sangkima ,Taman Nasional Kutai, Bontang, Kaltim


SUMBER : http://www.wisatabontang.com/2014/09/jembatan-gantung-hutan-sangkima-taman.html

jembatan pulau derawan

Jembatan Pulau Derawan

Rating: 91 out of 100, by 95 users
Kalimantan , Pulau Derawan Kalimantan Timur – Nirwana Tropis : Jembatan Pulau Derawan
Pulau Derawan Kalimantan Timur – Nirwana Tropis : Jembatan Pulau Derawan : 6 Foto
Keindahan Kalimantan : Foto Jembatan Pulau Derawan diatas, adalah salah satu bahasan posting tentang Pulau Derawan Kalimantan Timur – Nirwana Tropis, yang diklasifikasikan dalam Kategori Kalimantan.
Ringkasan Artikel:
Pulau Derawan menyediakan fasilitas-fasilitas tempat penginapan (cottage), penyewaan peralatan menyelam dan juga restoran. Ada pula penginapan-penginapan bertarif murah yang dikelola oleh warga sekitar. Kisaran harganya mulai dari Rp 45 ribu sampai Rp 100 ribu/malam.
Foto dari Pulau Derawan Kalimantan Timur – Nirwana Tropis diatas termasuk dalam: subjek Info Derawan, bersama artikel kapal, dan topik Derawan Berau, juga subjek batu, juga subjek Akomodasi Derawan, jadi jangan lupa untuk membaca artikel Pulau Derawan Kalimantan Timur – Nirwana Tropis untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

SUMBER : http://www.pasirpantai.com/kalimantan/pulau-derawan-kalimantan-timur-nirwana-tropis/attachment/jembatan-pulau-derawan/

jembatan gantung tabang

Warga Khawatirkan Kondisi Jembatan Gantung Tabang

Tabang (ANTARA Kaltim) - Sejumlah warga Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, mengkhawatirkan kondisi jembatan gantung Merdeka di atas Sungai Belayan karena pengamanannya kurang optimal.

"Jembatan gantung ini tidak menggunakan pagar jaring di sisi kanan dan kirinya. Kami takut ketika ada dua atau tiga sepeda motor lewat karena menimbulkan goyangan keras dan khawatir jatuh," kata Aji Darmansyah, warga Tabang, ketika ditemui usai melintasi jembatan itu, Senin.

Ia mengatakan, akibat tidak menggunakan pengamanan sistem jaring, jika ada pengendara sepeda motor yang jatuh di atas jembatan, kemungkinan besar langsung terjun ke sungai dari ketinggian 10 meter hingga 150 meter, tergantung pasang surut sungai.

Apalagi goyangan yang ditimbulkan cukup keras ketika ada dua atau tiga pengendara yang lewat. Jika ada angin kencang, tentu akan menimbulkan goyangan lebih keras pada jembatan tersebut.

Ia mengharapkan pemerintah segera turun tangan untuk melakukan perawatan dan menambah pengamanan dengan sitem pagar jaring sebelum jatuh korban, mengingat ada beberapa tali penggantung yang tidak menyatu dengan tali di sisi kanan dan kiri jembatan.

Selama ini pemerintah hanya melakukan penanganan jika ada korban kecelakaan atau hal lainnya, sehingga selalu terlambat.

Warga lainnya menambahkan, sebelum ada korban jatuh lagi, sebaiknya diberi pengamanan optimal karena jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya akses bagi penduduk di Desa Sidomulyo, Bilatalang, dan Desa Umaq Bekuay untuk melakukan aktivitas ekonomi, sosial, dan kegiatan lainnya.

Jembatan tersebut dibangun 1980-an, saat ini usianya lebih dari 30 tahun. Panjang jembatan gantung yang semi permanen ini 103 meter dengan lebar 200 centimeter, salah satu sepeda motor harus mengalah ketika berselisih jalan.

Sungai Belayan merupakan anak Sungai Mahakam yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Di sepanjang aliran sungai ini terdapat empat kecamatan.

Di muaranya ada Kecamatan Kota Bangun, ke arah hulu Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut, dan Kecamatan Tabang merupakan daerah paling hulu di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Mengingat fungsi Jembatan Merdeka yang sangat vital bagi mobilitas warga terutama di tiga desa tersebut, maka warga berharap segera mendapat perhatian pemerintah untuk optimalisasinya.

Selama ini warga mengaku terpaksa melewati jalan tersebut karena tidak adanya akses lain. Ketika lewat, perasaan takut terkadang muncul, namun karena keadaan yang mengharuskan, maka mau tidak mau jembatannya harus dilewati.

Konstruksi jembatan ini sederhana, yakni bagian dasar jalan jembatan terbuat dari papan ulin setebal 2 centimeter yang kemudian disusun bergantung pada kekuatan dua lajur tali baja di bawahnya sebagai penopang.

Sedangkan di bagian atas juga terdapat dua lajur tali baja yang kemudian dihubungkan dengan tali baja ukuran lebih kecil setiap dua meter. Mereka yang boleh melintas di jembatan ini hanya pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.    (*)

 SUMBER : http://kaltim.antaranews.com/print/22615/warga-khawatirkan-kondisi-jembatan-gantung-tabang

jembatan gantung bingkirai

Jembatan Gantung Bangkirai
Jembatan Gantung Bangkirai adalah sejenis jembatan gantung yang berada di kawasan wisata Bukit Bangkirai. Jembatan ini memiliki panjang 64 meter dan menghubungkan tajuk-tajuk yang dibangun di lima pohon Bangkirai, jenis pohon yang paling banyak tumbuh di hutan tropis ini. Pohon Bangkirai yang tumbuh di tempat ini ada yang sudah berumur lebih dari 150 tahun, memiliki tinggi 40 hingga 50 meter, dengan diameter 2,3 meter. Jadi tidak heran jika jembatan tajuk ini bisa menggantung di ketinggian 30 meter dari permukaan tanah. Tentunya sangat cocok bagi wisatawan yang memiliki fobia ketinggian untuk melakukan uji nyali sambil menyaksikan panorama hutan; berjalan meniti papan landasan jembatan yang dirangkai dengan anyaman tali sebagai pengaman di kedua sisi.
   
Jembatan Gantung Bangkirai menjadi jembatan tajuk pertama yang ada di Indonesia, kedua di Asia dan kedelapan di dunia. Untuk menuju jembatan gantung, pengunjung harus menaiki menara dari kayu ulin yang dibangun mengelilingi batang pohon bangkirai. Jembatan ini juga bisa digunakan sebagai tempat penelitian berbagai jenis burung. Seorang peneliti burung asal Perancis pernah menggunakannya selama empat bulan dan menemukan 113 jenis burung yang hidup di kawasan hutan ini.
   
Bukit Bangkirai sendiri merupakan kawasan wisata alam yang memiliki luas 1.500 hektare, terletak sekitar 150 kilometer dari Kota Tenggarong atau Samarinda, 58 kilometer dari Kota Balikpapan, dan sekitar 20 kilometer dari ibu kota Kecamatan Samboja. Kawasan hutan konservasi ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata alam, sebagai tempat penelitian ilmiah, dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya flora dan fauna. Dinamakan Bukit Bangkirai karena kawasan wisata alam ini memang paling banyak ditumbuhi pohon Bangkirai. Dan pohon ini pula yang dipilih menjadi maskot utamanya.

Berbagai sarana dan prasarana telah dipersiapkan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan obyek wisata ini. Ada restoran yang menyediakan menu yang cukup bervariasi, lamin (bangunan berbentuk rumah kolektif suku Dayak Kenyah) sebagai tempat pertemuan yang memiliki daya tampung hingga 100 orang. Tersedia juga penginapan berupa pondokan yang dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan, dan jungle cabin –pondokan tanpa fasilitas listrik– bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana hutan yang sebenarnya.
   
Untuk merasakan sensasi menapaki jembatan gantung, wisatawan domestik dikenakan biaya sebesar Rp 15.000,00, sementara wisatawan asing harus membayar Rp 30.000,00. Layanan operasionalnya dibuka tiap siang hari. Untuk alasan keamanan, jembatan gantung ini akan ditutup jika kecepatan angin melebihi 30 mil/jam atau cuaca buruk.

Ada beberapa peraturan yang harus ditaati pengunjung yang ingin menaiki jembatan gantung. Misalnya: anak-anak dengan tinggi badan dibawah 1 meter dilarang naik, tidak memakai sandal atau sepatu berhak tinggi, maksimal 2 pengunjung yang diperbolehkan melewati jembatan pada saat bersamaan dan keduanya harus menjaga jarak setidaknya lima meter. Sementara menaranya hanya boleh dinaiki oleh paling banyak delapan orang, dan hanya empat orang yang boleh berada di landasan tajuk pada pohon. Dan tentu saja, dilarang berlari atau melompat-lompat di atas landasan jembatan gantung. Mengingat hutan adalah paru-paru Bumi, jangan coba-coba merokok di kawasan hutan wisata ini.

Kawasan wisata alam ini bisa dicapai melalui jalan darat dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.[TimIndonesiaExploride/IndonesiaKaya]

SUMBER :http://www.indonesiakaya.com/kanal/detail/jembatan-gantung-bangkirai

JEMBATAN LOKLUA

KISAH JEMBATAN GANTUNG LOKLUA

Kisah ini berasal dari masyarakat kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan, Masyarakat disana rata-rata hampir mengetahui kisah keberadaan sang Naga penghuni sungai Kandangan. Penulis sendiri lahir di desa Simpur kota Kandangan, sehingga sedikit banyak mengetahui kisah tersebut, dan ingin berbagi cerita kepada teman-teman semua untuk lebih mengenal kisah daerah langsung dari Kota Kandangan.

Konon di sungai Kandangan, dulu ada sebuah jembatan gantung dan dibawahnya dipercaya ada sebuah liang Naga, sehingga tidak ada satupun tiang jembatan yang bisa dibangun sampai sekarang, dan konon juga air sungai tersebut tidak pernah kering.

Kisah ini bermula, ada sepasang suami istri yang ketika itu mencari ikan di sungai dengan cara tradisional yaitu “tangguk”, mereka menangguk ikan-ikan tersebut untuk keperluan hidup sehari-hari.

Namun suatu ketika, mereka mendapatkan dua butir telur yang sangat besar, mereka kebingungan karena itu jelas bukan telur yang wajar. Mereka membuang telur itu dan pindah ketempat lain untuk mencari ikan, tapi apa yang didapat? Ternyata itu dua butir telur yang serupa, sungguh aneh tapi karena bujukan/rayuan sang istri sebab hari itu mereka tidak mendapatkan ikan, maka telur tersebut akhirnya dibawa pulang kerumah, dan berniat untuk memakannya saat malam hari, tanpa memberitahukan anak mereka.

Saat malam hari, sepasang suami istri tersebut merebus dua butir telur itu dan memakannya tanpa fikir panjang, tiba-tiba setelah memakan telur itu, seluruh tubuh mereka tumbuh sisik dan membesar sehingga rumah mereka tidak sanggup menahan pertumbuhan tubuh mereka, kemudian pintu depan rumah mereka dihancurkan untuk keluar dan meloloskan diri, dengan tali blaran mereka langsung pergi kesungai, dan pada saat itu banyak masyarakat sekitar mengetahui peristiwa itu termasuk anak mereka.

Mereka menjadi siluman jadi-jadian, namun disungai tersebut masih ada satu kehidupan yaitu naga asli yang menghuni, akhirnya naga tersebut terjadi perselisihan antara naga jadi-jadian, memperebutkan alam mereka masing-masing, naga asli menantang duel apabila kalah maka akan pergi jauh meninggalkan sungai tersebut untuk selamanya.

Setelah itu naga sepasang suami istri tersebut, meminta anaknya untuk dibuatkan tanduk seperti naga asli, dan berpesan kepada anaknya kalau dalam pertarungan seandainya darah berwarna biru yang keluar itu berarti naga yang asli kalah tapi apabila darah tersebut berwarna merah berarti orang tuanya kalah, akhirnya waktu duel pun terjadi, dan darah yang keluar ternyata berwarna merah, maka dapat diketahui pemenangnya adalah naga yang asli, maka sesuai perjanjian naga yang kalah akan pergi jauh meninggalkan tempat itu.

Peristiwa tersebut menjadi kisah dari dulu sampai sekarang, bahkan keturunan-keturunan dari anak mereka sampai saat ini masih hidup dan konon katanya salah satu dari keturunannya pernah didatangi oleh naga tersebut namun dalam wujud lain yang sangat kecil pada malam hari. Demikianlah kisah ini, untuk membuktikannya Allahualam bissawab, hanya Allah yang Maha Tahu.
 SUMBER :http://kisahlawas.blogspot.com/2013/01/kisah-jembatan-gantung-loklua.html

jembatan rumpiang

Jembatan Rumpiang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jembatan Rumpiang di Kota Marabahan
Jembatan Rumpiang adalah jembatan yamg membentang di atas sungai Barito, kota Marabahan, kabupaten Barito Kuala. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 25 April 2008. Dengan hadirnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas dari Kota Marabahan menuju Banjarmasin dan sebaliknya yang sebelumnya harus menggunakan kapal feri untuk menyeberangi Sungai Barito.
Jembatan Rumpiang sendiri memiliki total panjang bentang 753 meter dengan bentang utama sepanjang 200 meter menggunakan konstruksi pelengkung rangka baja. Pembangunan Jembatan Rumpiang dimulai sejak akhir tahun 2003, menggunakan dana baik dari APBN maupun APBD Kabupaten Barito Kuala dan Pemprov Kalimantan Selatan sebesar Rp174,5 miliar.

Pranala luar

jembatan linau


Berita
Gubernur Resmikan Jembatan Linau
10/Dec/2012

Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, SH bersama dengan Bupati Gumas, Hambit Bintih, Wakil Bupati Arthon .S. Dohong dan Ketua DPRD Gumas, Drs. H Gumer menekan tomobol sirene saat peresmian Jembatan Linau.
Kuala Kurun, Ppost
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang,SH dengan menaiki pesawat Helly untuk memenuhi permohonan Bupati Gumas guna meresmikan Jembatan Linau yang menghubungkan Kecamatan Kurun dengan Kecamatan Rungan dengan jarak tempuh 43 kilometer.
Dalam laporan secara teknis Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Gerhard Daman,ST, menyampaikan bahwa proses pembangunan jembatan Linau ini dilaksanakan dalam 3 tahap yang dimulai dari tahu 2006 dengan menggunakan dana sharing dengan Provinsi, pembangunan tahap kedua pada tahun 2008 dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Gumas sedangkan untuk tahap ketiga dilaksanakan  hingga sampai selesai ini menggunakan dana DAU DPA Dinas Pekerjaan Umum Gumas dan jembatan ini menggunakan rangka baja jembatan klas B dengan bentang 100 meter sehingga untuk keseluruhan anggaran yang digunakan dalam membangun jembatan ini sebesar 17 milyar lebih. Jembatan ini pembangunanya dilakukan oleh Kontrak Tor pelaksana PT Multi Kaya Primas Mandiri, sedangkan umumr jembatan ini direncanakan selama 50 tahun jelasnya.
Bupati Gumas, Hambit Bintih dalam sambutannya, menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Bapak Gubernur Agustin Teras Narang,SH karena telah bersedia membagi waktu untuk memenuhi permohonan kami dalam rangkan meresmikan Jembatan Linau yang menyeberangi sungai Rungan ini dan pada kesempatan ini pula kami menyampaikan bahwa pembangunan dibidang infrastruktur jalan dan jembatan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gumas sampai dengan kurun waktu kepemimpinan “HAMIAR” (Hambit Arton) yang dimulai dari tahun 2008 sampai saat ini antara lain pembangunan jalan beraspal sepanjang 76,90 Km, pembangunan jalan dengan perkerasan agregat B dan C sepanjang 41,86 Km, jalan dengan pembangunan perkerasan Sirtu sepanjang 17,94 Km sementara jalan tanah sepanajng 560 Km serta telah membangun 12 buah jembatan permanen sepanjang 712 meter.
Dengan berfungsi dan diresmikannya Jembatan Linau ini maka ruas jalan Tumbang Jutuh lingkar luar Kuala Kurun  akan menjadin satu fungsi denganjalan Nasional yaitu Palangakaraya – Tumbang Talaken – Rabambang – Tumbang Jutuh – Kuala Kurun – Sei Hanyo – Puruk Cahu – Muara Teweh dan dengan adanya ruas jalan ini mempersingkat jarak menuju Kuala Kurun dengan hanya menmpuh 43 kilometer sehingga ruas jalan ini tentu akan mempermudah warga masyarakat Rungan dan Talaken apabila ke Kuala Kurun.
Sementara itu Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang,SH, mengatakan, peresmian Jembatan Linau adalah merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Gumas dalam membuka keterisolasian masyarakat yang masih perlu selalu dilakukan dan dengan selesainya jembatan linau ini sangat mengajak kita semua untuk menjadikannya sebagai suatu momentum yang berkelanjutan dalam membuka keterisolasian untuk menuju mayarakat Kaliamantan Tengah yang sejahtera dan bermartabat dan saya harap kepada ePmerintah Kabupaten Gumas untuk tetap melanjutkan dan menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan maupun jembatan yang berada diwilayah Kabupaten Gumas ini dan diharapkan pula kepada masyarakat untuk dapat menjaga dan memelihar berbagai pembangunan telah dilaksanakan oleh Pemerintah ini baik Kabupaten maupun Provinsi sehingga hasil karya pembangunan ini tetap baik dan terpelihara.
Setelah selesai sambutan dan arahan Gubernur Agustin Teras Narang,SH menanda tangani prasasti peresmian Jembatan Linau dengan disaksikan oleh Bupati Gumas dan Wakil serta Ketua DPRD Gumas yang kemudian secara bersama-sama menekan tombol sirene untuk membuka penutup nama jembatan tersebut, sementara Direktur PT Multi Karya Primas Mandiri, Untung Tuah, bahwa  selaku Kontraktor Pelaksana pembangunan Jembatan Linau mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang,SH serta jajaran Pemerintah Kabupaten Gumas karena dengan diresmikan jembatan ini hasil karya mereka dapat membantu warga masyarakat Gumas.nth


SUMBER : http://www.gunungmaskab.go.id/berita/gubernur-resmikan-jembatan-linau.html

jembatan pulau telo

Kuala Kapuas, CyberNews. Sebuah uang zaman dulu yang terbuat dari kuningan ditemukan seorang penyelam tradisional di kawasan Jembatan Pulau Telo, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Uang ini, saya temukan ketika saya menyelam di kawasan Jembatan Pulau Telo," kata Deki, sang penemu uang logam, di Kuala Kapuas, Selasa (21/7).

Menurut penuturan warga RT 2 Kelurahan Murung Keramat, Kecamatan Selat ini, uang tersebut ditemukan sebulan yang lalu bersama dua orang temannya ketika melakukan rutinitas sebagai penyelam untuk mencari benda-benda di dasar sungai Kapuas seperti kayu, besi, dan barang lainnya yang memiliki nilai jual.

Uang logam yang ditemukan tersebut berdiameter sekitar 5 sentimeter, berwarna kuning, sepertinya terbuat dari kuningan, pada salah satu sisinya ada gambar pedang, seperti senjata khas Arab dan bertuliskan huruf Arab.

Pada sisi lainnya terlihat gambar seperti manusia dengan kedua tangan memegang senjata jenis tombak, juga terdapat tulis huruf Arab.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas, Yuliana Asi, mengatakan bahwa uang tersebut menjadi salah satu bukti sejarah masuknya agama Islam ke Kabupaten Kapuas.

Namun untuk memastikan hal tersebut, pihaknya akan meminta bantuan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng untuk mendatangkan arkeolog guna melakukan penelitian.

Menurut dia, perairan di kawasan Pulau Telo banyak ditemukan benda-benda bersejarah, karena berdasarkan penuturan orang tua dahulu, kawasan tersebut katanya merupakan benteng pertahanan berbentuk seperti goa yang terhubung dengan Pulau Mintin, di Desa Mintin, Kabupaten Pulang Pisau.

"Makanya di kawasan itu ada yang menemukan sarang burung ataupun ada yang melihat ikan sebesar kapal," katanya.

Agar benda-benda temuan tersebut tidak keluar dari Kabupaten Kapuas, pihaknya akan melaporkan temuan tersebut kepada Bupati Kapuas untuk minta petunjuk lebih lanjut.

"Karena benda seperti yang ditemukan warga tersebut merupakan benda peninggalan sejarah yang dilindungi Undang- Undang," katanya.

Sementera itu, sebulan setelah Deki menemukan uang logam, tetangganya Wawan (21) dan Yanto (28) yang sehari-harinya juga sebagai penyelam tradisional telah menemukan keris dan kacip berukuran 1,5 meter.

Keris yang ditemukan tersebut memiliki ukiran-ukiran di pangkalnya dengan gagang yang sudah tidak ada lagi. Sedangkan kacip, bagian ujungnya berbentuk menyerupai burung Tingang yang menjadi ciri khas Dayak Kalteng, memiliki rantai pada bagiang ujung gagang, pada atas kacip terdapat bulatan besi yang melingkar dan berjejer.



sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2009/07/21/32996/Di.Kawasan.Jembatan.Pulau.Telo.Ada.Ikan.Sebesar.Kapal

jembatan kalimantan tengah

Jalan raya di bawah jembatan ada di Kalimantan Tengah 

SUMBER : http://potensikapuas.blogspot.com/2013/04/jalan-raya-di-bawah-jembatan-ada-di.html

Dengan meningkatnya investasi yang masuk di daerah ini, berpengaruh terhadap kesempatan kerja sehingga taraf hidup dan aktivitas masyarakat di kalimantan Tengah menjadi meningkat. Hal ini terlihat dari kemajuan pembangunan di bidang bina marga (Dinas Pekerjaan Umum). Pembangunan infrastruktur jalan raya tengah di galakkan oleh pemerintah dalam rangka membuka keterisolasian yang menghubungkan antar wilayah daerah di pedalaman Kalimantan Tengah. Masyarakt yang menikmati pembangunan infrastruktur inisangat bangga sekali dan memberikan apresiasi yang positif terhadap program ini. Peningkatan jumlah jalan raya ini di imbangi dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor, baik roda empoat maupun roda dua. namun di beberapa wilayah ini masih ada lokasi yang terkena banjir dan tergenang di waktu curah hujan tinggi.Terjadinya momen yang unik ini, terjadi di daerah Tumbang Nusa Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Sungguh pengalaman yang yang tak terlupakan , melintas dengan mobil di bawah Jembatan beton yang megah dan tinggi.

Jembatan pantai pasir panjang

Jembatan Di Pantai Pasir Panjang

Rating: 90 out of 100, by 101 users
Kalimantan Barat , Pantai Pasir Panjang Singkawang, Kalimantan Barat : Jembatan Di Pantai Pasir Panjang
Pantai Pasir Panjang Singkawang, Kalimantan Barat : Jembatan Di Pantai Pasir Panjang : 6 Gambar
Kejernihan Kalimantan Barat : Gambar Jembatan Di Pantai Pasir Panjang diatas, adalah bagian cerita tentang Pantai Pasir Panjang Singkawang, Kalimantan Barat, yang berada dalam Kategori Kalimantan Barat.
Ringkasan Artikel:
Air laut yang jernih membah kecantikan panorama pantai ini. Banyak pengunjung yang datang berenang di pantai ini. Tidak hanya itu saja, moment matahari terbenam (sunset) di pantai ini sangatlah indah. Tidak heran bila pantai ini ramai di sore hari.
 
Gambar dari Pantai Pasir Panjang Singkawang, Kalimantan Barat diatas termasuk dalam: artikel Penginapan Pantai Pasir Panjang, bersama dengan subjek pasir panjang, bersama topik panorama pantai, juga topik Pantai Indah, juga subjek speed boat, juga artikel keindahan, juga posting Obyek wisata di Singkawang, jadi jangan lupa untuk membaca artikel Pantai Pasir Panjang Singkawang, Kalimantan Barat untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.
 
SUMBER : http://www.pasirpantai.com/kalimantan/kalimantan-barat/pantai-pasir-panjang-singkawang-kalimantan-barat/attachment/jembatan-di-pantai-pasir-panjang/

jembatan surayan

Eloknya Jembatan Surayan Yang Membelah Sungai




Jembatan Surayan

Diamma.com – Keelokan alam kalimantan dan keasrian hutannya, menjadikan pulau ini sebagai paru paru dunia. Disamping itu jika hutan hutan ditebangi secara liar, dunia akan merasakan efek semakin pesatnya global warming.
“Kalimantan ini adalah paru paru dunia, dan sangat berpengaruh sekali dengan keasrian bumi,” ungkap Sumardono salah seorang pekerja dari Jakarta, yang sedang tugas di Kab. Seruyan Kalimantan Tengah.
Selain itu yang menarik dalam pulau ini adalah pembatas antar provinsi, pembatas antar kabupaten dan pembatas antar kecamatan adalah aliran sungai.
Seperti halnya sungai Jelai sebagai pembatas antara Kalteng dengan Kalbar, Sungai Arut pembatas antara Kecamatan Pantai lunci dan Kota Waringin barat dan Sungai seruyan pembatas kecamatan Seruyan timur dan Kabupaten Seruyan. Serta masih banyak contoh lainya di kota dengan sebutan Borneo ini.
Aliran sungai merupakan salah satu faktor, mengapa di Kalimantan banyak jembatan besar seperti jembatan penyambung daerah Surabaya-Madura (Suramadu).
Di Provinsi Kabupaten Seruyan Kec. Seruyan Timur misalnya, daerah ini memiliki eksotika jembatan sepanjang kurang lebih 500 m, yang telah melengkapi kecantikan Sungai Seruyan. Selain itu jembatan ini merupakan salah satu akses penyambung, antara kecamatan Seruyan hilir dan Kabupaten seruyan.
Sebelum adanya jembatan ini, akses untuk menempuh ke Kab. Seruyan menggunakan kapal Feri. “Sebelum jembatan ini ada, jika kita ingin menyebrang ke kabupaten kita harus menggunakan kapal feri, jadi kendaraan kita di naikin ke kapal feri,” ujar Afrizal Salah satu Administrator Data Base Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Jembatan yang di resmikan oleh bapak bupati seruyan pada tahun 2010, dibangun oleh orang-orang kreatif asal Surabaya. Pada perkiraannya jembatan ini kuat hingga ratusan tahun lamanya dan dibantu oleh pengawasan dari dinas-dinas terkait di daerah Seruyan.
Reporter: Fariz A. Sudrajat / Fotografer: Fariz A. Sudrajat.
Editor: Frieska M.

SUMBER : http://diamma.com/2012/05/04/jembatan-surayan-sebagai-pengganti-penyeberangan-kapal-feri/

jembatan bajarum

jembatanbejarum.jpg PALANGKA RAYA, Dugaan hilangnya sejumlah komponen Jembatan Bajarum di Kecamatan Kotabesi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng. Dinas Pekerjaan Umum Kalteng akan segera menurunkan tim untuk meneliti kondisi keamanan jembatan serta menganalisis dampaknya terhadap jembatan tersebut. “Kami telah menerima laporan hilangnya beberapa komponen Jembatan Bajarum. Tim sudah kami turunkan untuk mengecek langsung kondisi jembatan dan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait di Kotim,” kata Kepala Dinas PU Kalteng Leonard S Ampung kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (22/1). Menurut Leonard, tim yang diturunkan beranggotakan tiga orang. Jika memang ditemukan ada komponen penting dari jembatan yang hilang, pihaknya akan segera melakukan tindakan agar jembatan tersebut aman dilalui. Meski demikian, dia memastikan jembatan tersebut masih aman dilalui masyarakat. Ketika ditanya mengenai pengawasan dan perawatan kondisi jembatan yang berada di bawah kewenangan provinsi, Leonard menuturkan, perawatan dan pengawasan dilakukan secara rutin dan berkala setiap setahun sekali. Meski demikian, jika ternyata ada komponen jembatan yang hilang dan dicuri, itu terjadi di luar pengawasan pihaknya, karena tidak mungkin pengawasan terus dilakukan. “Kita berharap bukan hanya pemerintah yang menjaga jembatan itu dan semua jembatan yang ada di Kalteng ini, karena jembatan itu milik bersama. Kalau jembatan itu rusak, maka semua jadi kacau baik itu pergerakan orang, jasa dan perekonomian terganggu, karena itu,wajib kita jaga bersama,” katanya. Leonard menambahkan, apabila ada informasi orang tidak bertanggung jawab ingin merusak jembatan umum, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat agar bisa dikoordinasikan dengan pihak kabupaten dan provinsi supaya secepatnya dilakukan penanganan. “Kami mengharapkan masyarakat untuk bisa menumbuhkan rasa memiliki atas fasilitas publik yang telah disediakan negara, terlebih itu membahayakan nyawa orang lain, khususnya pada jembatan seperti di Kotim,” tandasnya.(Radar Sampit)

SUMBER : http://wahyudisampit.mywapblog.com/keamanan-jembatan-bajarum-diteliti-dinas.xhtml

jembatan tapin bini

PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lamandau Ke-12, Rabu (7/8) di halaman Kantor Bupati Lamandau, juga diisi dengan peresmian dua buah jembatan di Kabupaten Lamandau. Dua jembatan itu ialah Jembatan Desa Tapin Bini dan Jembatan Desa Sungai Buluh. Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Ahmad Diran.
Dua jembatan ini dinilai vital untuk mempercepat proses pembangunan di wilayah pedalaman Lamandau. Apalagi, menurut Bupati Lamandau, Marukan, kedua jembatan berada di wilayah yang mempunyai sumber daya alam potensial bagi pertambangan dan perkebunan. “Jembatan Tapin Bini yang terletak di Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau menghubungkan antara jalan negara di Desa Penopa menuju ke Desa Suja dan Kelurahan Tapin Bini,” jelas Marukan.
Sementara jembatan Desa Sungai Buluh terletak di Kecamatan Belantikan Raya menghubungkan jalan negara (Simpang Sepaku)-Parrigi-Beruta dan Bayat. “Dengan adanya pembangunan jembatan ini diharapkan dapat menunjang pelayanan transportasi menuju kedua wilayah tersebut,” tambah Marukan.
Dengan selesainya kedua jembatan itu, waktu tempuh dari wilayah-wilayah tersebut menuju ibu kota kabupaten yang sebelumnya memerlukan waktu 3 sampai 4 jam, kini bisa ditempuh hanya dengan 1,5 jam saja.
Jembatan Tapin Bini memiliki panjang 100 meter, lebar 7 meter dengan konstruksi rangka baja B itu mulai dibangun pada 2006 dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp22 miliar lebih. Dana tersebut sebagian bersumber dari APBD kabupaten dan bantuan APBD Provinsi sekitar 9,20% .
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalteng, Leonard S Ampung mengatakan, berdasarkan usulan Pemkab Lamandau, kedua jembatan tersebut akan menjadi akses jalan provinsi. (HD/B-10)

SUMBER : http://borneonews.co.id/berita/6628-jembatan-tapin-bini-dan-sungai-buluh-diresmikan

jembatan merdeka

Jembatan Merdeka


adalah sebuah jembatan yang melintang di atas Sungai Barito, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Jembatan yang berlokasi di desa Bahitom, kecamatan Murung ini menghubungkan Puruk Cahu, ibu kota Murung Raya dengan daerah-daerah lain dari arah Muara Teweh dan Kalimantan Selatan. Jembatan ini dibangun sejak tahun 2003 hingga 2008 dengan biaya sharing APBN, APBD provinsi Kalteng dan APBD Murung Raya Rp14.918.205.800. Jembatan ini memiliki panjang 550 meter dan lebar 7 meter serta memiliki trotoar berukuran 1x2 meter, material bangunan menggunakan beton dan rangka baja.
Sebelum jembatan ini didirikan, warga harus menyeberangkan kendaraan roda 2 atau 4 menuju pusat kota Puruk cahu dari Muara Teweh atau Banjarmasin menggunakan penyeberangan feri dengan biaya 10-30 ribu Rupiah. Setelah jembatan ini selesai, maka transportasi menjadi lancar sehingga distribusi barang menjadi lebih mudah.
Jembatan ini diresmikan pada 22 Desember 2008 oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang
 
SUMBER : http://kaltengekspres.blogspot.com/2014/05/jembatan-merdeka.html

jembatan tumbang nusa

Sabtu, 17 November 2012

Jembatan Tumbang Nusa, Aset Berharga

Kalimantan tengah dengan ibu kota Palangka Raya memiliki jembatan layang (Pile slab) yang terletak di jalan trans kalimantan KM 45. Bahkan jembatan layang ini merupakan jembatan layang terpanjang di Indonesia. Jembatan layang yang memiliki panjang 7,1 km ini, terletak diatas rawa di desa Tumbang nusa, kabupaten Pulang pisau, Kalimantan tengah. Jembatan layang ini merupan jembatan penghubung antar Provinsi Kalimantan tengah (Palangka Raya) dan Provinsi Kalimatan selatan (Banjarmasin).

Penduduk sekitar akrab menyebut jembatan layang ini dengan jembatan Tumbang nusa. Karena letak keberadaan bangunan tersebut berada di wilayah desa Tumbang Nusa kecamatan Jabiren Raya.

Pembangunan jembatan layang sendiri dimulai sejak tahun 2000 hingga selesai masa pengerjaannya sendiri pada tanggal 14 Juni 2006. Jembatan ini juga diresmikan oleh presiden RI keenam Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir Agustus 2006 lalu.

Awalnya sebelum pembuatan jembatan layang, hanya ada jalur jalan aspal yang sedikit lebih tinggi dari sisi  kanan kiri jalan yang merupakan rawa dibagian sungai Kahayan, sungai Sabangau dan sungai Kapuas. Bila terjadi musim penghujan jalur jalan ini akan tergenang hingga tak nampak lagi badan jalan yang akan dilalui para pengguna jalur Trans kalimantan ini.Dengan adanya luapan air dari tiga sungai tersebut, tingginya air bisa mencapai 1-1,5 meter bahkan lebih, dengan lamanya waktu genangan 15-30 hari kedepan. Frekuensi banjir bisa mencapai 3-4 kali dalam rentan waktu setahun. Bangunannya sendiri menggunakan tiang pancang yang mencapai tanah keras. Untuk biaya tak usah ditanya main milliaran rupiah.
Dengan adanya Jembatan layang ini banyak sekali manfaatnya bagi para pelintas jalan trans-
Kalimantan yang hilir mudik. Saat banjir merendam daerah ini para pengguan jalan seperti sepeda motor, mobil diangkut dengan kapal feri (kapal penyeberangan). Kapal feri dibuat oleh masyarakat sekitar untuk menarik rupiah terhadap si pengguna jalur ini. Dengan tarif yang lumayan memberatkan, tapi mau tidak mau harus mau agar bisa sampai ke tempat yang di tuju dengan tidak memakan waktu lama dan resiko tinggi dalam perjalanan.

Rawa ini juga sering digunakan para pemancing, pemburu ikan meraih tangkapannya. Ikan-ikan di daerah rawa ini merupakan hasil dari luapan sungai saat terjadi kenaikan debit air. Hingga membawa ikan-ikan sampai pada daerah rawa Tumbang nusa.
Keadaan jembatan Tumbang nusa cukup memprihatinkan perlu perhatian serius dari pemerintah daerah dan warga yang melintas dijalur ini. Seperti banyak botol, plastik minuman berserakan di pinggiran jalan jembatan yang dibuang secara sporadis dan semabarangan. Coret-coretan tangan nakal tidak bertanggung jawab di sisi jembatan layang. Hingga tidak begitu enak dipandang mata. Rumput liar yang sudah mulai jadi  "penghuni" tetap di sela bangunan jembatan. Kondisi penerangan lampu jalan saat melintas di malam hari perlu diperhatikan. Pasir yang mulai "menetap" di pinggiran jalan yang bisa saja menghambat laju kendaraan hingga menyebabkan kecelakaan. Serta tidak adanya rambu-rambu jalan pada jalur jembatan layang.
Harus ada peringatan kepada pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati dan tidak membuang sampah ataupun merusak apa yang sudah terlihat baik pada tempat yang semestinya. Karena berhitung dari biaya pembangunan jembatan sendiri serta manfaatnya sungguh luar biasa. Bersumber dari dana APBN dan APBD yang berarti uang kita pun ada didalam pembangunan jembatan tersebut hingga sampai berdiri tegak.

Kedepannya pembangunan jembatan layang ini akan ditambah sepanjang tiga kilometer hingga dengan jumlah panjang 10,1 kilometer. Proses pengerjaanya sedang berlangsung giat dan direncanakan rampung lebih awal, di tahun 2013. Semoga saja tercapai.
SUMBER : http://yudiangoyvolume2.blogspot.com/2012/11/jembatan-tumbang-nusa-perlu-perhatian.html

JEMBATAN


Jembatan Patah Diperbaiki

Habiskan Rp148 Juta Melalui Anggaran Perubahan
Dilihat 205 kali 0 komentar
Gambar Jembatan Patah Diperbaiki
DIPERBAIKI : Jembatan Patah yang berada di Jalan Kapten Mulyono saat ini sedang dalam tahap perbaikan, sehingga para pengendara tidak bisa melintasi.
SAMPIT - Akhirnya jembatan patah yang berada di Jalan Kapten Mulyono Sampit  diperbaiki. Perbaikan dilakukan dengan mengganti lantai jembatan dengan menggunakan kayu ulin dengan tebal 10 centimeter, berbeda dengan ukuran sebelumnya yang tebalnya 9 cm. Perbaikan  sendiri menelan dana Rp148 juta menggunakan anggaran perubahan yang dilaksanakan hingga 20 Desember mendatang.
Menurut pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum Kotim, Suparlan, apa yang dilakukan ini memang sudah menjadi agenda untuk perbaikan jembatan tersebut. Mengingat lantai kayunya yang sudah mulai lapuk dan harus segera dilakukan pergantian. Pihaknya juga merespon dari keluhan masyarakat yang selama ini meminta agar jembatan ini diperhatikan, karena salah satu akses warga yang memang setiap hari melintasi jembatan tersebut.
“Perbaikan ini sendiri juga bagian dari respon Dinas PU karena masyarakat merasa jembatan ini sering kali mengalami kerusakan. Untuk itu, dengan perbaikan kali ini diharapkan jembatan ini tidak lagi mengalami persoalan,” katanya.
Menanggapi adanya truk dengan berbagai ukuran yang melintasi jembatan tersebut sehingga membuat rusak, pihaknya tidak bisa berkomentar banyak. Pasalnya, instansinya tidak berkompeten untuk melarang atau mencegah kendaraan untuk melintas. Namun Dinas PU sudah melayangkan surat kepada Dishub untuk menindaklanjuti agar truk-truk yang setiap hari melintasi menjadi sumber kerusakan jembatan ini.  
“Kami sudah beberapa kali melakukan komunikasi serta meminta agar segera ditindaklanjuti. Tetapi sampai saat ini juga tidak ada tanggapan dan respon, terbukti truk masih melintasi jembatan tersebut,” pungkasnya.(son)

SUMBER : http://www.kaltengpos.web.id/berita/detail/13895/jembatan-patah-diperbaiki.html

jembatan sei tayan

Jembatan Terpanjang di Kalimantan !

sumber : https://id-id.facebook.com/notes/sungai-kapuas/jembatan-terpanjang-di-kalimantan-/77639329502

Sepanjang 1,42 Kilometer Melintasi Sungai Kapuas

Masyarakat Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, boleh berbangga hati karena dalam waktu tidak lama lagi akan memiliki jembatan yang konon terpanjang di Pulau Kalimantan. Jembatan tersebut akan melintas di atas Sungai Kapuas dengan panjang 1,42 kilometer.

Lokasi jembatan itu berada di wilayah Kecamatan Tayan yang persis berada di sisi utara sungai terpanjang dan terlebar di Kalimantan tersebut. Jembatan itu akan melintasi Pulau Tayan yang berada di tengah sungai tadi. Pulau tersebut tidak berpenghuni dan difungsikan sebagai areal pemakaman.

Jembatan itu akan terhubung dengan jalan trans-Kalimantan yang menghubungkan wilayah Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah. Saat ini, perencanaannya sudah memasuki tahap detail desain. ''Jembatan ini tipe terbaru dari rangka baja. Kalau dilihat tipenya, hampir sama dengan di Tiongkok," ungkap Ir Hidayat Sumandilaga, direktur teknis jalan dan jembatan Departemen Pekerjaan Umum, dalam ekspos rencana pembangunan Jembatan Tayan di ruang PU Kalbar Selasa (7/4).

Jembatan itu berjarak 12 kilometer dari Kota Pontianak. Terdiri atas dua bagian meliputi jembatan sepanjang 280 meter yang menghubungkan Pulau Tayan dan jembatan sepanjang 1.140 meter yang menghubungkan Pulau Tayan dengan jalan trans-Kalimantan. ''Pembangunan jembatan ini diprediksi menghabiskan dana Rp 500 miliar. Dana yang baru teralokasi sekitar Rp 5 miliar," tambah Hidayat.

Untuk mewujudkan jembatan tersebut, diperlukan pembebasan 18 bangunan rumah. Salah satunya bangunan eks kantor camat. Tak hanya itu, pemerintah pusat juga akan membebaskan 23 hektare lahan yang akan dijadikan jalan raya. ''Bentang utama jembatan selebar 350 meter, lebar jembatan 11,5 meter, dengan lebar jalan diperkirakan selebar 9 meter. Tinggi lambung jembatan sekitar 13 meter," papar dia.

Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH mengatakan, pembangunan jembatan itu mesti segera dilaksanakan. Pembangunannya jangan melupakan aspek sosial, tata ruang, dan pembebasan lahan yang harus dilaksanakan secara teliti dengan harapan tidak ada komplain dari masyarakat. "Jangan setelah dibangun, ada lagi yang komplain dan mengaku sebagai ahli waris dari tanah tersebut karena merasa dia tidak dapat. Dan untuk BPN, tolong buka peta dan inventarisasi sertifikat tanah warga. Jadi, jangan sembarangan meneken saja," pinta gubernur Kalbar.

Selain itu, gubernur meminta agar konsultan memperhatikan aspek kualitas jembatan tersebut. Dengan demikian, jembatan terpanjang di Kalimantan itu dapat bertahan lama. "Secara teknis, saya minta jembatan ini kalau bisa bertahan setidaknya 150 tahun. Dan, pihak konsultan harus bisa bertanggung jawab pada kualitas jembatan ini. Ini bukan pekerjaan yang kecil. Tolong di-setting dengan baik, jangan baru dibangun, belum diresmikan sudah roboh," papar Cornelis.

Sebagai gambaran, Cornelis mewanti-wanti agar kejadian di Jembatan Kapuas II yang bautnya banyak hilang karena dicuri tidak terulang pada jembatan Tayan. "Konsultan pengawas ketika proyek itu jalan harus berada di lokasi. Jika ada kekeliruan pelaksanaan, dia bisa langsung menegur," ungkapnya.

Kepala Dinas PU Kalbar Ir Zakius Sinyor mengatakan, pembangunan jembatan itu kalau bisa dilaksanakan secepatnya.






jembatan kahayan



Jembatan Kahayan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jembatan Kahayan yang melintasi Sungai Kahayan.
Pemandangan senja hari di atas Jembatan Kahayan.
Jembatan Kahayan adalah jembatan yang membelah Sungai Kahayan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Jembatan ini memiliki panjang 640 meter dan lebar 9 meter, terdiri dari 12 bentang dengan bentang khusus sepanjang 150 meter pada alur pelayaran sungai.
Jembatan ini pertama kali dibangun pada tahun 1995 dan selesai dibangun pada tahun 2001, serta diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 13 Januari 2002. Jembatan Kahayan menghubungkan pusat Kota Palangkaraya dengan Kelurahan Pahandut Seberang dan tembus ke Kabupaten Pulang Pisau, Gunung Mas, Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, dan lainnya.

Pranala luar

Senin, 23 Februari 2015

jembatan kalahien

Jembatan Kalahien

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jembatan Kalahien
Jembatan Kalahien adalah sebuah jembatan yang melintasi Sungai Barito, Kabupaten Barito Selatan, provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Jembatan yang berlokasi di desa Kalahien, kecamatan Dusun Selatan ini memiliki panjang 620 meter dengan lebar 9 meter dan merupakan jembatan terpanjang kedua di Kalimantan Tengah setelah Jembatan Kahayan.
Jembatan Kalahien juga menjadi penghubung arus lalu lintas di tiga kabupaten, yakni Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Timur dengan Kota Palangka Raya.[1] Jembatan Kalahien dibangun melalui program tahun jamak yang secara intensif dibangun tahun 2007 hingga 2010 dengan menelan dana Rp189 miliar.
Sebelum dibangun jembatan, warga Barito Selatan yang ingin ke Palangka Raya harus memutar melalui Kalimantan Selatan dengan menempuh sekitar 11-12 jam perjalanan darat. Jika tidak ingin memutar ke Banjarmasin, perjalanan menuju Palangka Raya bisa tetap menggunakan Jalan Raya Buntok-Palangka Raya sepanjang 199 km, tetapi untuk menyeberang Sungai Barito harus menggunakan kapal feri. Setelah jembatan ini selesai dibangun, waktu tempuh dari Palangka Raya ke Buntok menjadi tiga kali lebih cepat, yakni sekitar empat jam dibanding ketika memutar melalui Kalimantan Selatan.[1]
Jembatan Kalahien diresmikan oleh Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang pada tanggal 25 November 2010.[2][3][4]

Ditabrak

Pada tanggal 5 Februari 2012 pukul 02.30 waktu setempat, jembatan tersebut ditabrak oleh kapal tongkang pengangkut batu bara dan menimpa tiang jembatan.[5] Akibatnya, sambungan plat besi jembatan bergeser 5-8 cm. Namun, Dinas PU Kalteng mengatakan jembatan masih bisa dilewati serta konstruksi jembatan aman dan tak perlu dikhawatirkan.[6]

Referensi

jembatan tanpa sungai

JEMBATAN TANPA SUNGAI DI KALIMANTAN TENGAH
 
Tidak hanya di Jakarta saja jembatan tanpa sungai dibangun. Di Kalimantan Tengah, tepatnya di Tumbang Nusa, Palangkaraya, jembatan tanpa sungai sepanjang 7,116 Km telah selesai dibangun. Dengan selesainya pembangunan jembatani ini hubungan Palangkaraya – Banjarmasin tidak terganggu lagi dengan kemacetan, karena banjir akibat turun naiknya air Sungai Kahayan dan Sungai Sebangau dan turunnya permukaan badan jalan akibat permasalahan geoteknik. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah Ober Gultom, Rabu (28/6).
 
Jembatan ini berada pada ruas jalan Bereng Bengkel Km 35, merupakan salah satu segmen jalan penghubung utama antara provinsi Kalimantan Tengah (Palangkaraya) dan Provinsi Kalimantan Selatan (Banjarmasin).  Kondisi jalan sering tidak berfungsi secara maksimal sebagai sarana lalu lintas orang dan barang, karena pada segmen tertentu antara Km 35 – Km 42 dari Palangkaraya sepanjang 7 Km, berada pada dataran rendah dan terletak pada genangan banjir. Apabila Sungai Kahayan dan Sungai Sebangau meluap pada saat banjir ruas jalan ini selalu terendam air dengan kedalaman 1 – 1,5 m. Genangannya cukup lama antara 10 – 15 hari, dengan frekuensi 3 – 4 kali dalam setahun.
 
Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dibangun sebuah jembatan panjang dengan konstruksi Pile Slab. Jembatan ini dibangun selama 6 tahun dengan dana dari APBN, APBD dan bantuan Bank Dunia. Pembangunan  dimulai tahun 2000 dengan alokasi dana Rp 21,2 milyar, Tahun 2002 dialokasikan dana Rp 40,3 milyar, Tahun 2003 – 2004 Rp 12,5 milyar dan tahun 2005 – 2006 Rp 61,1 milyar. Total dana untuk pembangunan jembatan ini sebesar Rp 147,9 milyar dengan perkiraan umur rencana 50 tahun.
 
Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang mengingatkan bahwa kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah akan dapat dicapai apabila daerah ini mampu membuka keterisolasian yang sampai kini belum terpecahkan. Kunci dari itu semua adalah tersedianya infrastruktur, tegasnya.
 
Untuk itu Gubernur mengajak masyarakatnya, jangan hanya berhenti pada pembangunan jembatan Tumbang Nusa saja, tetapi kita harus terus membangun Infrastruktur, baik jalan darat dan sungai. Ditargetkan dalam 3 tahun kedepan masyarakat Kalimantan Tengah harus dapat menjangkau secara efektif ke ujung setiap kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah.
 
Gubernur mengharapkan infrastruktur yang sudah dibangun perlu dipelihara secara baik dan terus menerus, sehingga nilai dan fungsinya dapat dipertahankan. Ia juga meminta kepada pengguna jalan, Dinas/instansi terkait dan masyarakat agar secara terus menerus memelihara aset jalan yang sudah ada, karena untuk membangun jalan memerlukan investasi yang mahal. (Sr)
 
Pusat Komunikasi Publik
030706
 sumber :http://www1.pu.go.id/uploads/berita/ppw030706sri.htm

Jumat, 20 Februari 2015

jembatan belanting



Jembatan Belanting

PDF Cetak
   Selasa, 03 Desember 2013 21:24

Pembangunan Jembatang Belanting pasca Bencana Alam

Pembuatan Jembatan darurat
Paket               : Pembanguna Jembatan Belanting (Pasca Bencana Alam)
Tahun Angg.    : 2012
Sumber Dana  : APBN P (PJN Wil.I)
Panjang           :120,00 M
Lokasi              : Desa Belanting Lotim

sUMBER : http://ilombok.net/binamarga.dpu.ntbprov.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=240:jembatan-belanting&catid=40:umum&Itemid=53